Langsung ke konten utama

EDIT, DELETE DATA GEOSPASIAL

EDITING dan DELETE DATA GEOSPASIAL TUGAS 6 " 

                                   
                                     EDIT, DELETE DATA GEOSPASIAL

Latar Belakang
Kita telah mengetahui bahwa perkembangan teknologi ini akan semakin maju. Sehingga banyak cara  yang kita gunakan untuk memunculkan penemuan yang baru yang ada di dunia ini, dimana yang dimaksud adalah perkembanagan teknologi untuk kedepannya. Penemuan yang dimaksud adalah salah satunya adalah GIS. Dengan adanya penemuan tersebut maka sangat membantu dalam menyelesaika masalah.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa adanya kemajuan maka system tersebut tidak berguna. Oleh karena itu saling mendukung satu sama lain. Manusia dapat melakukan komunikasi dengan menggunakan jaringn
Dengan adanya perkembangan tersebut maka kita akan lebih mengerti dengan penggunaan system tersebut, karena dengan aplikasi ini maka dapat membantu dalam melakukan interaksi sehingga komunikasi yang dilakukan berjalan dengan lancar.
Di saat kita melakukan digitasi, hasil penggambaran akan tampak pada monitor komputer. Melalui monitor komputer, kita akan mengetahui jika terjadi kesalahan. Oleh karena itu, perlu dilakukan editing pada data yang sudah masuk. Editing merupakan suatu proses perbaikan hasil digitasi. Kesalahan yang sering terjadi pada waktu digitasi adalah overshoot dan undershoot.

Pembahasan
Writer() Adalah method di shapefile untuk membuat file shp baru (shp dan dbf)
Editor() berfungsi untuk melakukan editing pada shapefile         
Contoh: delete record.
Skrip  Writter:
Ø  Python
Ø  Import shapefile
Ø  Sf = shapefile.writer(shapeType=1)
Ø  Sf = field(‘NAMA’,’C’,’40’)
Ø  Sf = field(‘PEMILIK’,’C’,’’40’)
Ø  Sf = record(‘Warung Nasi’,’Asep Dinamo’)
Ø  Sf = point(10.10)
Ø  Sf.save(‘warteg.shp’)
Ø  Exit().
Skrip Edit:
Ø  Python
Ø  Import shapefile
Ø  Sf = sahefile.Editor(‘war.shp’)
Ø  Sf = point(16,10,0,0)
Ø  Sf = record(‘Padang’)
Ø  Sf = save()
Ø  Sf = save(‘war.shp’)
Ø  A= shapefile.Reader(‘war,shp’)
Ø  A = records()
Ø  A.shapes().Points
Ø  A.shapes()[0]
Ø  A.shapes()[0] Points
[[10.0,10,0]]

Skrip Delete:
Ø  Sf.Delete(0)
Ø  A.shapes()[0].Points
[[10,0,10,0]]
Ø  Sf = Point(16,10,0,0)
Ø  Sf = record(‘Padang’)
Ø  Sf = save(‘war.shp’)
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka kita dapat menarik kesimpulan dengan adanya GIS maka komunikasi yang dilakukan oleh manusia dapat berjalan dengan adanya GIS, GIS juga dapar digunakan untuk bisnis sehingga bisnis yang kita jalanka akan berjalan dengan baik. Misalkan kita ambil contoh yaitu salah satu perusahan, maka pads pembahasan kali ini kita dapat menggunakan cara – cara shapefile dengan menentukan daerah-daerah dengan jauh
Saran
Untuk lebih baik baik kedepannya, carilah referansi yang lengkap dan mudah dimengerti sehingga dapat ilmu yang banyak dan bermanfaan.
Data Diri :
Nama               : Daniel Septry Panjaitan
NPM               : 1144085
Kelas               : 3D
Prodi               : D4 Teknik Informatika
Kampus           : Politeknik Pos Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Map Server dan Mab Proxy

Map Server dan Mab Proxy Latar Belakang Masalah   Map Proxy adalah proxy open source untuk data geospasial. Cache ini mempercepat dan mengubah data dari layanan peta yang ada dan melayani setiap dekstop atau web GIS klien. Pembahasan Permasalahan dan Solusi Masalah Map proxy berfungsi untuk melakukan caching agar semua request tidak langsung diteruskan kepada map server. Hal ini dilakukan pentingnya menjaga performansi agar load peta tidak terlalu lama. Langkah instalasi : # yummy install python-pip python-devel # pip install MapProxy Buat file config map proxy direktori /var/mapproxy # cd /var/ kebutuhan mapproxy dbutuhkan port 8080 yan dibuka dari iptables atau firewall os dengan menggunakan perintah  # iptables -I INPUT -p tcp --dport 8080 -j ACCEPT # service iptables save Cara melalukan konfigurasi MapProxy, yaitu : 1. Buat folder mapdata di /var pada drektori buat direktori baru dengan nama shp, mapfile, tmp dan common 2. Smp...

KEAMANAN JARINGAN ANATOMI HACKING

Anatomi Hacking Keamanan Jaringan Pertemuan 3                                     KEAMANAN JARINGAN ANATOMI HACKING LATAR BELAKANG Salah satu teknologi telekomunikasi yang sangat diminati dan mulai banyak digunakan adalah teknologi wireless atau yang dikenal dengan teknologi nirkabel. Teknologi nirkabel memang memiliki beberapa keunggulan diantara adalah simpel dan praktis, untuk memanfaatkan teknologi ini orang tidak harus repot-repot menarik kabel jaringan supaya komputer kita bisa menikmati fasilitas internet, sehingga kesemerawutan karena banyaknya jalur kabel yang biasanya terjadi dan menyebabkan pemandangan menjadi kurang enak dilihat dapat diminimalkan. Teknologi nirkabel yang saat ini digandrungi dan mulai banyak diaplikasikan dibanyak tempat umum seperti: Mall, bandara, hotel-hotel, café-café, kampus, perkantoran, taman-taman umum bahkan perumahan warga (RT/RW net) adalah teknologi ...

MAP SERVER DAN MAP PROXY PADA GIS (GEOGRAFIS INFORMATION SYSTEM 1)

MAP SERVER DAN MAP PROXY PADA GIS (GEOGRAFIS INFORMATION SYSTEM 1) Latar Belakang Informasi mengenai geografis semakin dibutuhkan oleh banyak pihak, misalnya informasi jarak antar daerah, lokasi, fasilitas, sumber daya alam yang dicari, dan banyak informasi lainnya. Informasi tersebut diperlukan pengguna untuk berbagai keperluan seperti penelitian., pengembangan dan perencanaan wilayah, serta manajemen sumber daya alam. Hanya saja penyebaran data spasial yang selama ini dilakukan dengan menggunakan media yang telah ada yang meliputi media cetak/peta, cd-rom, dan media penyimpanan lainnya dirasakan kurang mencukupi kebutuhan pengguna karena pengguna diharuskan dating dan melihat langsung data tersebut pada tempatnya. Hal ini mengurangi mobilitas dan kecepatan dalam memperoleh informasi mengenai data tersebut. GIS atau dikenal dengan SIG marupakan salah satu solusi untuk mrndapatkan informasi geografi tersebut. Saat ini telah dikenal istilah – istilah  Desktop GIS, WebGI...